Selama lebih dari 160 tahun, Ligne Roset telah berkembang dari sebuah perusahaan keluarga di Prancis menjadi salah satu produsen furnitur kontemporer paling berpengaruh di dunia.
Merek ini dikenal berkat kolaborasinya dengan desainer-desainer ternama yang menghasilkan karya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengubah cara orang memandang kenyamanan dan fungsi sebuah furnitur.
Di antara banyaknya desain yang pernah diproduksi, terdapat tiga kursi yang paling sering disebut sebagai representasi identitas Ligne Roset: Togo, Pumpkin, dan Ploum.
Ketiganya dipilih bukan sekadar karena penjualannya yang tinggi, melainkan karena memiliki dampak besar terhadap sejarah desain furnitur modern, masih diproduksi hingga puluhan tahun setelah diperkenalkan, dan menjadi referensi utama ketika orang membicarakan Ligne Roset.
Baca Juga: Mencari Ketenangan Hunian dengan Prinsip Neuoraesthetic dari Muuto
Mengapa Togo, Pumpkin dan Ploum Menjadi Representasi Ligne Roset?
Tidak semua produk mampu bertahan lintas generasi. Ketiga desain ini dipilih karena memiliki beberapa persamaan yang penting. Mereka masih diproduksi hingga saat ini meskipun telah berusia lebih dari satu dekade, sehingga masih bisa dikoleksi hingga sekarang. Secara visual, bentuk kursi ikonik Togo, Pumpkin dan Ploum mudah dikenali bahkan tanpa melihat logo Ligne Roset.
Ketiga kursi ini telah mendapat pengakuan luas dari komunitas desain internasional, jadi tidak heran jika ketiga kursi dari Ligne Roset ini sering ditampilkan dalam publikasi arsitektur, interior, hotel mewah, hingga museum desain.
Ketiga kursi tersebut juga menunjukkan evolusi Ligne Roset dari era 1970-an hingga abad ke-21.
1. Togo (1973): Revolusi Sofa dan Kursi Tanpa Rangka
Designer: Michel Ducaroy
Jika hanya ada satu produk yang paling identik dengan Ligne Roset, jawabannya adalah Togo.
Dirancang pada tahun 1973 oleh desainer Prancis Michel Ducaroy, Togo mengubah paradigma furnitur modern. Pada masa itu, sebagian besar sofa masih menggunakan struktur kayu yang kaku dengan bantalan tebal. Ducaroy justru menghilangkan rangka keras hampir sepenuhnya dan menggantinya dengan konstruksi dari beberapa lapisan busa berdensitas tinggi.
Hasilnya adalah kursi yang ringan, fleksibel, ergonomis, dan mengikuti bentuk tubuh penggunanya. Lipatan-lipatan khas pada permukaan Togo bukan sekadar elemen estetika, melainkan terbentuk dari teknik pelapisan busa yang kompleks sehingga menciptakan kenyamanan tanpa mengorbankan bentuk.
Hingga saat ini, Togo tersedia dalam berbagai konfigurasi mulai dari armchair, loveseat, sofa, hingga sectional sofa dan tetap menjadi salah satu produk terlaris Ligne Roset di seluruh dunia.
Fakta Menarik
-
Michel Ducaroy mendapatkan inspirasi dari pasta gigi yang dilipat kembali ke dalam tabungnya, sehingga tercipta bentuk berkerut yang khas.
-
Togo diproduksi secara terus menerus sejak 1973 tanpa pernah dihentikan.
-
Banyak kolektor desain menganggap Togo sebagai salah satu furnitur paling berpengaruh abad ke-20.
-
Togo sering muncul dalam proyek interior hotel butik, galeri seni, rumah selebritas, dan editorial majalah desain internasional.
2. Pumpkin (1971/2007): Kursi Kepresidenan yang Menjadi Ikon
Designer: Pierre Paulin
Jika Togo merepresentasikan inovasi konstruksi, maka Pumpkin menunjukkan bagaimana furnitur dapat menjadi bagian dari sejarah politik Prancis.
Pumpkin pertama kali dirancang pada tahun 1971 oleh Pierre Paulin atas permintaan Georges Pompidou, presiden Prancis saat itu. Pompidou dikenal memiliki minat besar terhadap seni modern dan ingin menghadirkan suasana yang lebih kontemporer di apartemen pribadinya di Istana Élysée, kediaman resmi presiden Prancis.
Paulin kemudian merancang rangkaian furnitur dengan bentuk organik yang lembut dan membulat. Salah satu hasilnya adalah Pumpkin Chair, yang menyerupai bentuk buah labu dengan lekukan menyerupai irisan.
Desain tersebut tidak diproduksi secara luas pada awalnya karena dibuat khusus untuk lingkungan kepresidenan. Baru pada tahun 2007 Ligne Roset bekerja sama dengan Pierre Paulin untuk menghadirkan kembali Pumpkin dalam ukuran dan proporsi yang sesuai untuk pasar internasional.
Kini Pumpkin menjadi salah satu karya paling ikonik dalam sejarah Ligne Roset.
Fakta Menarik
-
Dirancang khusus untuk apartemen pribadi Presiden Georges Pompidou di Istana Élysée.
-
Pierre Paulin merupakan salah satu desainer favorit Georges Pompidou karena pendekatan futuristiknya.
-
Bentuk Pumpkin terinspirasi dari lekukan alami buah labu.
-
Produksi massal baru dimulai lebih dari tiga dekade setelah desain pertamanya dibuat.
3. Ploum (2011): Kenyamanan Organik Era Modern
Designer: Ronan Bouroullec & Erwan Bouroullec
Jika Togo menjadi ikon tahun 1970-an, maka Ploum adalah simbol Ligne Roset di abad ke-21.
Dirancang oleh kakak beradik Ronan dan Erwan Bouroullec pada tahun 2011, Ploum lahir dari gagasan sederhana: menciptakan sofa yang nyaman dari sudut mana pun.
Alih-alih memiliki posisi duduk yang baku, Ploum memungkinkan penggunanya duduk, bersandar, bahkan berbaring dalam berbagai posisi tanpa kehilangan kenyamanan. Bentuknya yang organik mengikuti kontur tubuh sehingga sering disebut sebagai salah satu sofa paling nyaman yang pernah diproduksi Ligne Roset. Keistimewaan lain adalah penggunaan kain elastis khusus yang mampu mengikuti bentuk kompleks rangka busanya tanpa menimbulkan kerutan berlebihan.
Kursi ikonik ini pun memenangkan berbagai penghargaan, salah satunya adalah EDIDA (Elle Decoration International Design Award) in April of 2012, saat acara "Salon du Meuble" in Milan. Ini adalah penghargaan keenam yang diterima oleh Ronan dan Erwan Bouroullec untuk kursi ikonik Ploum sejak sofa ini dipasarkan pada Januari 2011.
Fakta Menarik
-
Nama "Ploum" dipilih karena terdengar lembut dan menggambarkan sensasi saat tubuh tenggelam ke dalam sofa.
-
Memerlukan teknik pelapisan kain yang jauh lebih rumit dibanding sofa konvensional.
-
Menjadi salah satu karya Bouroullec bersaudara yang paling terkenal dalam dunia furnitur.
Baca Juga: Timeless Furniture: Memilih Produk yang Tidak Mudah Digantikan
Di antara seluruh koleksi Ligne Roset, Togo, Pumpkin, dan Ploum merupakan tiga desain yang paling layak disebut sebagai ikon merek ini. Masing-masing lahir dari konteks sejarah yang berbeda, menghadirkan pendekatan desain yang revolusioner, dan tetap relevan lintas generasi.
Togo menunjukkan keberanian perusahaan dalam mendobrak konsep sofa tradisional pada awal 1970-an.
Pumpkin memperlihatkan kemampuan Ligne Roset menerjemahkan desain eksklusif tingkat kepresidenan menjadi furnitur yang dapat dinikmati masyarakat luas tanpa kehilangan karakter aslinya.
Sementara Ploum menggambarkan bagaimana Ligne Roset terus berinovasi melalui eksplorasi bentuk organik dan teknologi material modern.
Ketiga karya ini membuktikan bahwa sebuah furnitur tidak hanya berfungsi sebagai tempat duduk, tetapi juga mampu menjadi simbol perkembangan desain, budaya, dan gaya hidup. Bagi pencinta desain interior, memiliki salah satu kursi ikonik dari ketiga karya tersebut bukan sekadar menghadirkan furnitur premium ke dalam ruang, melainkan juga membawa pulang sepotong sejarah desain kontemporer Prancis yang telah diakui dunia.