Skip to content
Cara Membuat Ruang Kerja di Rumah Lebih Nyaman dengan Ergonomi image

Cara Membuat Ruang Kerja di Rumah Lebih Nyaman dengan Ergonomi

Ciptakan ruang kerja di rumah yang tidak hanya estetik, tetapi juga nyaman dan mendukung produktivitas Anda. Artikel ini mengupas enam elemen esensial, mulai dari tata letak monitor, pencahayaan, hingga investasi furnitur ergonomis premium seperti Herman Miller, untuk menyulap sudut rumah Anda menjadi personal space ideal yang bebas pegal seharian.

share

Bekerja dari rumah memberi kita kebebasan untuk menciptakan ruang kerja sesuai kebutuhan. Namun, ruang kerja belum tentu nyaman maupun efektif digunakan selama berjam-jam. Ketika seseorang terpikir untuk membuat ruang kerja, salah satu hal pertama yang terpikirkan adalah kursi ergonomis.

Herman Miller memiliki banyak jenis kursi ergonomis yang bisa Anda jadikan pilihan untuk membuat workspace sekaligus personal space yang nyaman di rumah.

Namun selain memilih kursi ergonomis yang tepat, nyatanya ada beberapa faktor lainnya yang perlu Anda pertimbangkan untuk mendukung aktivitas kerja yang lebih produktif dan efektif di rumah. Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama di pembahasan berikut ini!

Baca Juga: Apakah Kursi Kerja yang Nyaman Bisa Mengurangi Stres di Kantor?

Faktor-faktor yang Membuat Ruang Kerja di Rumah Lebih Nyaman

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), ruang kerja di rumah sebaiknya memiliki kondisi yang memungkinkan kebisingan, pencahayaan, dan temperatur dikendalikan, serta lebih baik lagi jika memiliki ruangan khusus.

Berikut beberapa faktor yang dapat membuat ruang kerja di rumah lebih nyaman dan produktif.

1. Kursi Kerja Ergonomis yang Tepat

Kursi merupakan salah satu investasi terpenting dalam home office. Kita menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk ketika bekerja, sehingga kursi sebaiknya mampu memberikan dukungan sekaligus memungkinkan tubuh bergerak.

NIOSH merekomendasikan kursi dengan penyangga yang baik, jenis armrest sesuai kebutuhan, serta posisi yang memungkinkan kaki menapak dengan nyaman di lantai. NIOSH juga menyarankan untuk mengubah postur secara berkala daripada mempertahankan satu posisi dalam waktu lama. 

Inilah alasan mengapa memilih kursi ergonomis untuk bekerja di rumah bukan sekadar persoalan kenyamanan atau tampilan visual saja. Kursi yang tepat merupakan bagian penting dari keseluruhan sistem kerja.

2. Meja dan monitor pada posisi yang tepat

Kursi ergonomis akan bekerja lebih optimal jika dipadukan dengan meja dan monitor yang sesuai.

Pastikan posisi keyboard dan mouse memungkinkan pergelangan tangan berada sedekat mungkin dengan posisi netral. Layar juga sebaiknya ditempatkan sehingga Anda tidak perlu terus-menerus membungkuk atau menundukkan kepala. 

3. Pencahayaan yang baik

Pencahayaan yang terlalu redup dapat membuat mata cepat lelah, sedangkan cahaya yang terlalu terang atau pantulan pada layar dapat menimbulkan glare. Jika memungkinkan, tempatkan meja di dekat sumber cahaya alami. Gunakan tirai atau blind untuk mengendalikan cahaya ketika matahari terlalu terang, dan tambahkan lampu kerja ketika dibutuhkan. NIOSH juga merekomendasikan pengaturan brightness dan contrast layar serta mengurangi glare untuk membantu mengatasi kelelahan mata akibat penggunaan layar dalam waktu lama.

4. Sirkulasi udara dan temperatur yang nyaman, serta minim gangguan

Ruang kerja yang nyaman bukan hanya ruang yang terlihat bagus. Udara dan temperatur di dalam ruangan juga berpengaruh terhadap pengalaman bekerja. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai. Jika menggunakan AC, kipas, atau membuka jendela, atur aliran udara agar ruangan terasa nyaman tanpa membuat udara langsung menerpa tubuh secara berlebihan.

Rumah sering kali memiliki banyak sumber distraksi: televisi, aktivitas anggota keluarga, hingga suara dari luar. Karena itu, pilihlah lokasi kerja yang relatif tenang. Jika tidak tersedia ruangan khusus, ciptakan batas visual dan akustik seperti rak, panel, tirai, atau atur ulang posisi furnitur.

5. Ciptakan area kerja yang jelas

Salah satu tantangan bekerja dari rumah adalah kaburnya batas antara waktu bekerja dan waktu pribadi.

Jika memungkinkan, tentukan satu area khusus untuk bekerja. Area tersebut tidak harus berupa ruangan terpisah. Sebuah sudut kamar dengan meja, kursi, pencahayaan, dan penyimpanan yang konsisten sudah dapat menjadi home office yang efektif. Dengan demikian, ketika berada di area tersebut, tubuh dan pikiran memiliki konteks yang lebih jelas bahwa waktunya untuk bekerja.

6. Buat ruang terasa personal

Ruang kerja seharusnya juga terasa seperti milik Anda. Foto, karya seni, buku, tanaman, atau warna favorit dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih personal. Yang terpenting, dekorasi tidak mengganggu fungsi utama ruang. 

Baca Juga: 4 Kursi Kerja yang Cocok untuk Setup Home Office

Kursi Ergonomis dari Herman Miller untuk Home Office yang Nyaman

Setelah memperhatikan berbagai unsur di atas, produktivitas dalam bekerja dapat ditingkatkan. Dengan menambah rasa betah saat bekerja di home office, keluhan baik saat bekerja maupun setelah selesai bekerja, seperti badan pegal dan kelelahan berkonsentrasi atau rasa suntuk bisa diturunkan. Lalu, bagaimana cara untuk menentukan kursi ergonomis yang pas dengan aktivitas Anda? 

Melalui Rifyo, Anda dapat mengetahui lebih lanjut bahkan mencoba fitur dari kursi kerja ergonomis Herman Miller secara langsung. Telah dirancang oleh para ahli dan penelitian tahunan serta terus mengembangkan teknologi, pilihan kursi ergonomis Herman Miller masing-masing memiliki kelebihan dan disesuaikan untuk aktivitas duduk yang berbeda di setiap profesi.