Skip to content
Cara Memilih Kursi Kerja Ergonomis untuk Ruang Terbatas image

Cara Memilih Kursi Kerja Ergonomis untuk Ruang Terbatas

share

Memiliki ruang kerja yang kecil bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan. Justru ketika luas ruangan terbatas, pemilihan furnitur perlu dilakukan lebih cermat agar area kerja tetap ergonomis, fungsional dan tidak terasa sumpek. Salah satu elemen terpenting adalah kursi kerja ergonomis.

Menurut Mayo Clinic, pengaturan ergonomi kantor yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan selama bekerja, termasuk dengan memilih kursi yang menopang tulang belakang dan menyesuaikan tinggi kursi agar kaki dapat bertumpu dengan baik. Dengan menggunakan  kursi yang dapat disesuaikan, pengguna bisa mendapatkan posisi duduk yang lebih netral.

Baca Juga: Rekomendasi Kursi Kerja dengan Desain Stylish dan Ergonomis

Tips Memilih Kursi Ergonomis untuk Ruangan Terbatas

1. Perhatikan ukuran dan footprint kursi

Jangan hanya melihat ukuran dudukan. Perhatikan juga lebar, kedalaman, serta ruang yang dibutuhkan kursi ketika ditarik keluar dari meja. Ukuran terluas dari keseluruhan kursi bisa disebut footprint kursi.

Untuk ruang kecil, kursi dengan footprint yang efisien akan membuat sirkulasi terasa lebih lega. Salah satu contohnya adalah Sayl Chair dari Herman Miller. Dengan dimensi sekitar 62,2 cm lebar dan 50,2 cm kedalaman pada konfigurasi tertentu, Sayl memiliki footprint yang relatif ringkas. Desain sandarannya yang lurus juga membantu memberikan kesan visual yang lebih ringan.

2. Utamakan ergonomi, bukan sekadar bentuk minimalis

Kursi yang terlihat ramping belum tentu ergonomis. Pastikan kursi dapat disesuaikan dengan tubuh dan meja kerja.

OSHA menyarankan agar tinggi kursi memungkinkan kaki bertumpu dengan stabil, sementara sandaran memberikan dukungan pada punggung bagian bawah. Kedalaman dudukan juga perlu sesuai agar bagian belakang lutut tidak tertekan.

Dilengkapi dengan headrest, Verus Chair menjadi salah satu pilihan Herman Miller untuk kebutuhan tersebut. Kursi ini memiliki pilihan pengaturan tinggi dudukan dan kedalaman dudukan, serta PostureFit Sacral Support untuk membantu memberikan dukungan pada area penting. Dimensinya sekitar 66,8–71,1 cm lebar dan 64,3–65,5 cm kedalaman.

3. Pilih desain yang tidak membuat ruangan terasa sesak

Dalam interior ruang kecil, bukan hanya ukuran fisik furnitur yang penting, tetapi juga bagaimana furnitur tersebut terlihat di dalam ruangan. Memiilih furnitur yang compact dan meja yang dipasang ke dinding juga bisa digunakan untuk memaksimalkan area yang terbatas.

Prinsip yang sama dapat diterapkan pada kursi kerja. Desain dengan garis yang lebih ringan dan tidak terlalu bulky dapat membantu menjaga kesan lapang.

Cosm Low-Back merupakan salah satu pilihan menarik karena bagian seat dan backrest adalah satu kesinambungan yang dibuat dari mesh. Dengan kedalaman sekitar 67,8 cm dan tinggi mulai sekitar 86,4 cm, versi low-back memberikan tampilan yang lebih rendah secara visual dibandingkan versi mid-back atau high-back. 

Cosm juga menggunakan Intercept Suspension dan Auto-Harmonic Tilt yang dirancang untuk merespons gerakan serta postur tubuh. Jika ingin backrest yang lebih tinggi, ada pilihan Cosm Mid-Back yang sedikit lebih tinggi, namun tetap lebih rendah dari Cosm High-Back chair

4. Pertimbangkan kursi yang bisa didorong masuk ke bawah meja

Setiap sentimeter penting di ruangan kecil. Kursi yang dapat diposisikan lebih dekat ke meja setelah selesai digunakan membantu menjaga area sirkulasi tetap terbuka.

Lino Chair juga dapat menjadi alternatif untuk home office dengan ruang terbatas. Dengan lebar sekitar 70,5 cm dan kedalaman 38,4–45,4 cm, Lino memiliki desain yang relatif ringkas untuk sebuah kursi kerja ergonomis. Kursi ini juga tersedia dengan pilihan tanpa armrest, fixed arms, hingga fully adjustable arms, sehingga pengguna dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan ruang kerja.

Dari sisi ergonomi, Lino dilengkapi Duo Suspension yang breathable dengan dukungan lumbar terintegrasi dan dudukan berkontur untuk membantu menopang tubuh selama bekerja. Lino juga memiliki pilihan pengaturan tilt serta seat depth pada konfigurasi tertentu, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

5. Jangan memenuhi ruangan hanya demi workstation

Ruang kerja yang baik tidak harus dipenuhi furnitur. Workstation dapat dibuat pada sudut ruangan, bawah tangga, bahkan area kecil dari sisa ruangan yang sebelumnya tidak terpakai. Kuncinya adalah memilih furnitur secara terencana dan menjaga meja tetap rapi. Karena itu, saat memilih kursi kerja ergonomis untuk ruang yang terbatas, pikirkan keseluruhan komposisi: ukuran kursi, ruang gerak, posisi meja, kebutuhan penyimpanan, hingga tampilan visual.

Baca Juga: 4 Kursi Kerja untuk Setup Home Office yang Nyaman

Kursi ergonomis untuk ruang kecil dari Herman Miller

Beberapa pilihan dari Herman Miller yang dapat dipertimbangkan adalah Sayl Chair, Verus Chair, Cosm Low-Back dan Lino Chair bagi Anda yang menginginkan perpaduan fungsi kerja dan desain ikonik.

Herman Miller sendiri menekankan bahwa pemilihan kursi sebaiknya mempertimbangkan tipe tubuh, ruang, serta gaya kerja penggunanya. Dengan memilih kursi ergonomis yang tepat dan menata setiap elemen secara proporsional, ruang kerja yang mungil pun tetap nyaman untuk digunakan bekerja sekaligus menyatu dengan interior rumah.