Duduk di depan meja bukan berarti tubuh berada dalam satu posisi sepanjang hari.
Saat bekerja, Anda bergerak dari mengetik, membaca dan berkonsentrasi di depan layar atau berbicara dengan rekan kerja. Setiap aktivitas dapat membawa tubuh ke posisi yang berbeda. Karena itu, kursi kerja yang baik seharusnya tidak hanya mempertahankan satu postur, tetapi memberikan support ketika tubuh bergerak dan berubah posisi.
Inilah salah satu gagasan yang mendasari Forward Seat Angle, yaitu sebuah pengaturan yang memungkinkan dudukan kursi dimiringkan sedikit ke depan untuk mendukung posisi duduk yang lebih aktif.
Baca Juga: Apa itu Lumbar Support? Ini Alasan Pentingnya pada Kursi Ergonomis
Apa Itu Forward Seat Angle?
Forward Seat Angle adalah pengaturan yang memungkinkan bagian dudukan kursi berada pada sudut sedikit condong ke depan dari posisi horizontal.
Dalam penelitian mengenai perilaku duduk, Herman Miller mengidentifikasi tiga pola utama yang umum terjadi saat bekerja: forward sitting, sedikit bersandar, dan bersandar lebih dalam. Forward sitting digunakan ketika seseorang melakukan pekerjaan pada bidang meja atau berinteraksi dengan perangkat kerja. Dengan Forward Seat Angle, kursi memberikan pilihan untuk mengikuti posisi tersebut, alih-alih mengharuskan pengguna terus-menerus menyesuaikan tubuh terhadap kursi.
Pada konfigurasi tertentu, Aeron Chair menawarkan pengaturan seat angle yang memungkinkan dudukan berada dalam posisi horizontal atau sekitar 5 derajat ke depan.
Mengapa Posisi Duduk ke Depan Bisa Dibutuhkan?
Cara kita duduk berubah mengikuti apa yang sedang kita lakukan.
Ketika sedang membaca dokumen di meja atau berkonsentrasi pada pekerjaan yang berada tepat di depan tubuh, kita mungkin secara alami bergerak sedikit ke depan. Dalam situasi seperti ini, posisi dudukan yang sedikit miring dapat menjadi bagian dari pengaturan yang membantu tubuh tetap mendapatkan dukungan.
Bagi Herman Miller, hal ini bukan hanya mengenai sudut sebuah kursi. Penelitian The Kinematics of Sitting menunjukkan bahwa manusia secara alami menggunakan berbagai posisi ketika bekerja. Karena itu, kursi kerja seharusnya memungkinkan seseorang berpindah dari satu posisi ke posisi lain dengan tetap mendapatkan support.
Dengan kata lain, ergonomi bukan tentang memaksa tubuh berada dalam satu posisi yang “sempurna”, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang dapat mengikuti cara tubuh bergerak.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Forward Seat Angle?
Forward Seat Angle dapat digunakan ketika Anda merasa posisi duduk yang sedikit lebih maju sesuai dengan aktivitas yang sedang dilakukan.
Bayangkan ketika Anda sedang menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tubuh mungkin secara alami ingin mendekat ke meja dan layar. Dalam kondisi seperti ini, Forward Seat Angle dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyesuaikan kursi dengan posisi kerja tersebut.
Namun, tidak ada alasan untuk mempertahankannya sepanjang hari. Ketika aktivitas berubah, posisi tubuh pun dapat berubah. Anda mungkin ingin duduk lebih tegak, sedikit bersandar saat berbicara, atau menggunakan posisi recline ketika membaca. Herman Miller memandang perubahan posisi sebagai bagian penting dari pengalaman duduk, bukan sesuatu yang perlu dihindari. Kursi yang baik memberi ruang bagi perubahan tersebut.
Forward Seat Angle dan Tilt Limiter
Dalam produk Herman Miller, Anda mungkin menemukan dua istilah yang terdengar berbeda: Forward Seat Angle dan Tilt Limiter. Keduanya memang berkaitan dengan cara kursi bergerak, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Forward Seat Angle mengatur sudut dudukan kursi ke arah depan. Pada Aeron dengan fitur Seat Angle, pengaturan ini mengubah dudukan dari posisi horizontal menjadi sekitar 5 derajat ke depan. Fungsinya adalah memberikan pilihan bagi pengguna yang bekerja dalam posisi sedikit condong ke depan.
Tilt Limiter mengatur seberapa jauh kursi dapat bergerak ketika pengguna bersandar ke belakang. Pada kursi ergonomis Aeron, Tilt Limiter dapat membatasi rentang recline pada salah satu dari tiga posisi: tegak, mid-recline, atau full-recline. Dengan demikian, pengguna dapat menentukan batas gerakan kursi sesuai dengan posisi kerja yang diinginkan.
Sederhananya, jika Forward Seat Angle mengatur posisi dudukan saat tubuh bergerak ke depan, maka Tilt Limiter mengatur batas gerakan kursi ketika tubuh bergerak ke belakang. Keduanya bahkan dapat hadir dalam satu konfigurasi. Herman Miller menawarkan opsi Tilt Limiter with Seat Angle pada Aeron, sehingga pengguna mendapatkan pengaturan untuk posisi dudukan ke depan sekaligus kemampuan membatasi rentang recline.
Perlu dibedakan juga antara Tilt Limiter dan Tilt Tension. Tilt Tension mengatur seberapa besar resistansi yang dirasakan ketika pengguna bersandar, sedangkan Tilt Limiter menentukan batas sejauh mana kursi dapat direbahkan.
Apakah Semua Orang Membutuhkan Forward Seat Angle?
Tubuh setiap orang berbeda, begitu pula cara mereka bekerja. Herman Miller menekankan bahwa kursi kerja perlu dapat disesuaikan dengan berbagai bentuk tubuh, ukuran tubuh, serta postur kerja individual. Bagi sebagian orang, posisi dudukan horizontal mungkin sudah terasa paling natural. Bagi yang lain, sedikit kemiringan ke depan dapat memberikan pilihan posisi yang lebih sesuai dengan cara mereka bekerja.
Karena itu, Forward Seat Angle sebaiknya dipandang sebagai sebuah pilihan, bukan sebuah keharusan.
Hal terpenting adalah bagaimana kursi tersebut bekerja bersama tubuh Anda, serta bagaimana pengaturannya dapat mendukung berbagai aktivitas sepanjang hari.
Baca Juga: Fitur Wajib yang Harus Dimiliki Kursi Ergonomis
Forward Seat Angle pada Kursi Herman Miller
Pada Herman Miller, Forward Seat Angle merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas terhadap pergerakan dan ergonomic support.
Pada Aeron, pengaturan seat angle dapat dipadukan dengan mekanisme tilt sehingga pengguna dapat berpindah dari posisi kerja yang lebih aktif menuju posisi yang lebih rileks. Desain Aeron sendiri dikembangkan berdasarkan gagasan bahwa mekanisme kursi sebaiknya mengikuti hubungan gerak alami tubuh.
Pada Aeron Gaming Chair, Forward Seat Angle juga dirancang untuk mendukung posisi yang lebih aktif ketika pengguna condong ke depan selama bermain. Herman Miller menjelaskan bahwa aktivitas gaming dapat melibatkan posisi tubuh yang lebih aktif dibandingkan aktivitas seperti membaca atau menjelajah internet. Selain Aeron, Forward Tilt atau Forward Seat Angle tersedia pada sejumlah kursi Herman Miller sebagai pilihan konfigurasi, termasuk Mirra 2, Sayl dan Verus.
Pada akhirnya, Forward Seat Angle bukan tentang menemukan satu sudut duduk yang berlaku untuk semua orang.Ini tentang memberikan pilihan. Karena cara kita bekerja berubah sepanjang hari, kursi seharusnya mampu berubah bersama kita. Dari posisi aktif ketika berkonsentrasi, ke posisi yang lebih rileks ketika beristirahat, pengalaman duduk yang baik dimulai ketika desain tidak membatasi gerakan tubuh, tetapi mendukungnya.