Pernahkah Anda merasa leher, bahu, atau punggung mulai terasa pegal setelah bekerja di depan komputer? Bisa jadi masalahnya bukan hanya pada posisi duduk, tetapi juga pada posisi monitor yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dalam lingkungan kerja modern, konsep shared workstation atau meja kerja bersama semakin banyak digunakan. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam memanfaatkan ruang kantor, tetapi juga menghadirkan tantangan baru: setiap orang memiliki tinggi badan, posisi mata, kebiasaan kerja, dan kebutuhan visual yang berbeda.
Apa yang Membuat Workstation Ideal?
Workstation yang nyaman tidak ditentukan oleh satu produk saja. Kursi, meja, dan monitor perlu bekerja sebagai satu kesatuan.
Saat bekerja, tubuh membutuhkan dukungan yang baik dari kursi. Meja perlu memiliki permukaan dan ketinggian yang sesuai dengan aktivitas. Sementara itu, monitor sebaiknya ditempatkan pada posisi yang membantu pengguna mempertahankan postur yang nyaman.
tiga komponen berikut dapat menjadi dasar dalam menciptakan workstation yang lebih optimal:
1. Kursi Kerja Ergonomis
Kursi merupakan titik awal dari sebuah workstation karena sebagian besar aktivitas kerja dilakukan dalam posisi duduk. Kursi kerja ergonomis dirancang untuk memberikan dukungan pada tubuh sekaligus memungkinkan pengguna melakukan penyesuaian sesuai dengan bentuk dan kebutuhan tubuhnya.
Pada kursi kerja Herman Miller, misalnya, setiap model memiliki pendekatan ergonomis dan konfigurasi yang berbeda. Hal yang perlu diperhatikan adalah kursi ergonomis bukan berarti harus selalu digunakan dalam satu posisi. Justru, kemampuan kursi untuk mengikuti perubahan posisi tubuh menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan pengalaman kerja yang lebih fleksibel.
2. Meja Kerja Heigh Adjustable
Setelah kursi, meja menjadi komponen penting berikutnya. Ketinggian meja memiliki hubungan langsung dengan posisi tangan, lengan, bahu, dan layar ketika bekerja.
Meja kerja height adjustable memberikan fleksibilitas dengan memungkinkan pengguna mengatur ketinggian permukaan meja sesuai kebutuhan. Pengguna dapat menyesuaikannya dengan posisi duduk, tinggi kursi, jenis aktivitas, maupun ketika ingin bekerja dalam posisi berdiri.
Konsep sit-to-stand juga memberikan alternatif bagi pengguna untuk tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama sepanjang hari. Ketika berpindah dari duduk ke berdiri, ketinggian meja dapat disesuaikan agar perangkat kerja tetap berada pada posisi yang nyaman.
Dalam konteks workstation modern, meja height adjustable juga dapat menjadi fondasi yang lebih fleksibel ketika dipadukan dengan kursi ergonomis dan monitor arms. Ketika ketinggian meja berubah, posisi monitor dapat ikut disesuaikan sehingga keseluruhan workstation tetap terasa terintegrasi.
3. Monitor Arms untuk Mengatur Posisi Layar
Monitor sering kali menjadi bagian workstation yang kurang mendapatkan perhatian. Padahal, pengguna dapat menghabiskan sebagian besar waktu kerja dengan melihat layar.Ketika posisi monitor tidak sesuai dengan tinggi mata atau jarak pandang pengguna, seseorang mungkin secara tidak sadar mengubah posisi kepala, leher, atau tubuh agar dapat melihat layar dengan lebih nyaman.
Monitor arms memberikan solusi dengan membuat posisi monitor lebih mudah disesuaikan.
Pengguna dapat mengatur ketinggian, jarak, sudut, hingga arah monitor sesuai dengan posisi tubuh dan kebutuhan visual. Ketika bekerja dalam posisi duduk, monitor dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan tinggi mata. Ketika meja dinaikkan untuk bekerja sambil berdiri, monitor juga dapat dinaikkan sehingga posisi layar tetap nyaman untuk dilihat.
Monitor arms juga sangat berguna bagi pengguna yang menggunakan dua atau lebih monitor. Setiap layar dapat diatur agar memiliki posisi dan sudut yang sesuai, sekaligus membantu mengoptimalkan ruang pada permukaan meja.
Selain aspek ergonomi, penggunaan monitor arms dapat membuat workstation terlihat lebih rapi. Dengan monitor yang ditopang oleh arm, area permukaan meja menjadi lebih lega sehingga dapat digunakan untuk keyboard, mouse, laptop, dokumen, atau perlengkapan kerja lainnya.

Ketiga Komponen Bekerja sebagai Satu Sistem.
Keunggulan terbesar dari ketiga komponen tersebut muncul ketika semuanya digunakan sebagai satu sistem, bukan sebagai produk yang berdiri sendiri.
Misalnya, pengguna memulai dengan menyesuaikan ketinggian kursi agar mendapatkan posisi duduk yang nyaman. Setelah itu, tinggi meja dapat disesuaikan agar posisi tangan ketika menggunakan keyboard dan mouse terasa natural.
Berikutnya, monitor arms dapat digunakan untuk mengatur layar berdasarkan posisi mata dan jarak pandang.
Jika pengguna kemudian ingin bekerja sambil berdiri, ketinggian meja dapat dinaikkan. Monitor arms juga dapat dinaikkan mengikuti perubahan posisi tersebut. Dengan demikian, pengguna tidak perlu mengubah posisi tubuh secara berlebihan hanya untuk menyesuaikan diri dengan perangkat kerja.
Pendekatan ini menciptakan workstation yang adaptif, yaitu workstation yang dapat mengikuti kebutuhan pengguna sepanjang hari.
Rifyo hadir untuk membantu Anda menciptakan workstation yang lebih nyaman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan.