Kursi kerja yang nyaman tidak selalu ditentukan oleh harga atau desainnya. Yang sering terlupakan adalah ukuran tubuh. Tinggi badan, panjang tungkai, dan lebar pinggul menentukan seberapa baik sandaran dan dudukan menopang tubuh kita. Sebelum memilih kursi ergonomis, mari pahami dulu bagaimana ukuran tubuh berperan.
Mengapa Tinggi Badan Memengaruhi Kenyamanan
Setiap kursi dirancang dengan ukuran dudukan, tinggi sandaran, dan lebar tertentu. Jika ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil untuk tubuh, kita cenderung membungkuk, menggeser posisi, atau menopang diri dengan otot yang tidak seharusnya bekerja. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat punggung dan leher cepat lelah.
Kursi yang selaras dengan tubuh membantu kaki menapak dengan stabil, pinggul tersangga, dan tulang belakang lebih mudah mempertahankan kurva alaminya.
Baca Juga: Cara Memilih Kursi Ergonomis untuk Ruang Terbatas
Tips Memilih Kursi Ergonomis Berdasarkan Tinggi Badan
1. Perhatikan Tinggi Dudukan
Saat duduk tegak, telapak kaki sebaiknya menapak rata di lantai dengan lutut sedikit lebih rendah dari pinggul. Jika kaki menggantung, dudukan terlalu tinggi. Jika lutut terlalu naik, dudukan terlalu rendah.
2. Cek kedalaman dudukan
Sisakan sekitar dua hingga tiga jari di antara tepi dudukan dan belakang lutut. Dudukan yang terlalu dalam menekan paha bagian bawah, sedangkan dudukan yang terlalu dangkal membuat paha kurang tersangga.
3. Pastikan sandaran mengikuti lengkung punggung
Area sandaran bawah idealnya menopang pinggang, bukan hanya bagian tengah punggung. Untuk tubuh yang lebih tinggi, sandaran dengan tinggi yang memadai membantu menjangkau area bahu.
4. Sesuaikan sandaran lengan
Lengan yang terlalu tinggi membuat bahu terangkat, sedangkan lengan yang terlalu rendah membuat bahu merosot. Idealnya, siku membentuk sudut sekitar 90 derajat dan bahu tetap rileks.
5. Perhatikan berat badan juga
Kursi memiliki batas kapasitas beban. Memilih kursi dengan kapasitas yang sesuai membantu menjaga kestabilan dan daya tahannya.
Memahami Proporsi Tubuh
Dua orang dengan tinggi yang sama bisa memiliki proporsi yang berbeda. Ada yang tungkainya panjang dengan badan yang lebih pendek, ada pula yang sebaliknya. Karena itu, kursi dengan penyesuaian yang fleksibel sangat membantu. Pengaturan tinggi dudukan, kemiringan sandaran, dan posisi lengan memungkinkan Anda menyesuaikan kursi dengan proporsi tubuh masing-masing, bukan sekadar mengandalkan angka tinggi badan.
Langkah Praktis Sebelum Membeli
- Catat tinggi dan berat badan Anda. Keduanya menjadi titik awal untuk membandingkan dengan panduan ukuran dari produsen.
- Coba duduk jika memungkinkan. Kesan nyaman sering baru terasa setelah beberapa menit duduk dalam posisi kerja.
- Perhatikan tinggi meja. Kursi dan meja sebaiknya bekerja bersama. Siku sejajar dengan permukaan meja saat mengetik adalah patokan yang baik.
-
Luangkan waktu untuk menyesuaikan. Setelah kursi dipakai, atur ulang tinggi, sandaran, dan lengan hingga posisi terasa seimbang.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kursi Ergonomis Aeron Standard & Lite
Kursi yang Tepat Dimulai dari Memahami Tubuh Anda
Kursi ergonomis terbaik bukan berarti kursi tersebut yang paling populer, melainkan yang paling mampu memenuhi seluruh kebutuhan penggunanya, termasuk selaras dengan tinggi, berat, dan proporsi tubuh Anda.
Memilih kursi ergonomis yang sesuai dengan tubuh tidaklah terlalu sulit, cukup dengan mengukur tubuh, lalu sesuaikan posisi duduk hingga terasa seimbang. Ketika kursi dan tubuh sudah saling mengenal, bekerja seharian pun terasa lebih ringan.
Aeron dari Herman Miller hadir dalam tiga ukuran yang memudahkan Anda mencari kecocokan tersebut, dengan ruang penyesuaian pada dudukan, sandaran, dan lengan. Anda bisa melihat ukuran serta pilihan finishing kursi ergonomis Herman Miller Aeron secara lengkap di Rifyo, sole authorized dealer Herman Miller di Indonesia.